oleh : Eko Haryanto pada 19 Januari 2011 jam 20:59
Setiap peluang dan kesempatan selalu diikuti. Minat yang besar dan keinginan senantiasa merajaiku. Aku melakukannya dengan semangat. Aku merasa mampu untuk menjalaninya, hingga tak sadar apa yang akan ku cari dan ku gali dari kehidupan ini.
Potensi dan bakat selalu berubah seiring dengan angin bertiup. Harapanku bias dan belum menemui titik fokus. Aku terhanyut oleh derasnya jaman. Berpikir bahwa segala sesuatu bisa dikerjakan. Namun tak satu hal yang fokus ku geluti, hanyalah ilmu yang sekedar, namun tak mendarah daging.
Pergolakan jiwa semakin meraung, ketika aku ditempatkan pada suatu problematika hidup. Apakah bakat dan potensiku sebenarnya? Pekerjaan apa yang sesuai dengan hobi dan minatku? "Semua...?" bibirku bertanya.
Aku coba untuk merenung sesaat, siapakah sebenarnya jati diriku. Namun setelah ku dalami, belum dapat juga ku tentukan apa yang menjadi prioritas dan pilihan. Aku ditempatkan pada banyak pilihan, yang membuatku semakin mual.
Aku berhenti sejenak memikirkannya. Mencari kebebasan angin mengalir, hingga melambaikan baju lusuhku. Ku tatap langit, menebak letak bulan dibalik kabut malam yang kelam. Ku hirup nafas dalam-dalam, melepaskannya dan melakukannya berulang-ulang.
Namun lagi-lagi konsentrasiku buyar dan tak dapat menentukan prioritasku. Aku terlalu serakah akan ilmu, hingga aku tak tahu apa yang akan ku tuju. Aku hanya berpikir semuanya penting bagi kehidupanku kelak, tapi aku tak penah tau akan kedalaman ilmu tersebut dan meninggalkannya saat aku bosan.
Teringat akan kata sahabat-sahabatku, " Kau harus fokus pada satu prioritas minatmu". Kata itu seolah terngiang dalam benakku. "Aku harus coba" pikirku sekejab.
Ya, Tuhan. Berikan aku pilihan, lengkapi jalanku dengan tuntunanmu. Aku tau bahwa segala sesuatu yang kau berikan padaku adalah hal terbaik untukku. Terangi aku dengan bulir-bulir rahmat-Mu. Bisikkan kepadaku, "Kau Maha Melihat lagi Maha Mengetahui".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar