Curhat

Jadilah Diri Sendiri
Ditulis oleh : Eko Haryanto  pada 22.11.2011

Hanya sebagian persoalan hidupku, yang mungkin sama dirasakan oleh sebagian orang. Rasanya tak kuasa menanggungnya sendirian, berbagi kisah mungkin sedikit memberikan ruang bagiku untuk melepaskan semua beban di hati.

Berawal dari dalam diri
Aku seorang yang tak bisa diam, langkahku tak bisa ditebak. Pikiran dan emosi juga terkadang sulit untuk diterka. Aku bukanlah orang yang terlalu peduli dengan orang lain, namun batinku tak sebuta pandanganku. 

Aku seorang yang bebas namun terikat. Diikat dalam tanggung jawab yang melilit terlalu erat, menggeliat sebebasnya dan tak boleh lepas. Keluarga mengajarkan aku untuk tetap mengikuti tradisi budaya lama. Aku tak mungkin menghindar, apabila itu ku lakukan maka aku tak pantas lagi berada didalamnya.

Sepertinya pencarian ini harus segera berlabuh pada suatu tujuan akhir. Jarum kompas harus pada tepat posisi, karena kalau tidak maka aku akan diterjang badai dan tersesat. Semua persiapan dan rencana harus segera dipersiapkan. Tapi hanya aku seorang yang pemalas dan penanti.

Melangkah keluar diri
Tak banyak orang yang bisa dijadikan panutan ataupun memberikan masukan kepadaku. Hanyalah segelintir orang yang ingin menjatuhkan dan membuatku semakin terpuruk. Tak semua orang bisa dipercaya, tak semua orang yang bisa membuatku  lebih baik.

Setiap manusia pada hakekatnya makhluk sosial, kenyataan yang ku lihat hanya sedikit manusia yang punya jiwa sosial. Sebagian hanya mengerutu seolah dialah paling benar, menyalahkan orang lain untuk pembenaran dirinya sendiri. Sampai terkadang orang tak bersalah menjadi korbannya. Aku paling benci orang seperti ini, karena aku sudah sering mengalaminya.

Aku dipaksa untuk menjadi dirinya, dirimu atau diri orang lain. Mataku terus menatap penasehat itu, dan seolah pandanganku padanya. Namun aku pelajari bahwa dirinya juga masih ada keraguan untuk itu. Maka hal itu sia-sia belaka bagiku. Aku tetaplah aku, bukan dia, kamu atau orang lain. Karena Tuhan pasti punya rencana dibalik keputusan hidupku.

Berbaur dengan Lingkungan
Tak banyak yang bisa didapat hanya dengan melihat. Mendengar dan merasakan langsung, sangat memberikan pelajaran bagiku bahwa hidup ini sulit. Bagaimana memperjuangkan untuk diri sendiri, keluarga dan juga orang banyak.

Perhatikan orang-orang yang kurang beruntung, orang yang lemah dan orang yang kurang mampu. Mereka terus bertahan walaupun hidupnya didera siksa. Mungkin sering kita lihat, dan sering menjengkelkan. Tapi taukah kalian bahwa mereka melakukan itu hanyalah semata untuk memperjuangkan hidup.

Mereka sering bermimpi untuk hidup layak dan lebih baik. Tak usah berlebihan mempunyai mobil atau rumah mewah. Mereka hanya bermimpi mempunyai rumah yang nyaman, tidak bocor, dan memiliki tempat tidur yang empuk juga makanan yang enak. Sedih kenyataan yang terjadi, mungkin bila anda diposisi mereka, aku rasa kalian juga meneteskan air mata seperti yang kualami.  

Setelahnya, aku merasakan bahwa deritaku tak lebih berat daripada mereka. Hal ini menjadi motivasi kuat bagiku, untuk hidup lebih berguna dan bermakna.

Bukan hanya tujuan hidup di dunia tetapi juga akhirat.
Aku masih mencarinya, masih dalam pencerahan menujunya. Butuh orang lain yang menyadarkanku untuk melangkah menuju terang. Para sahabat dan juga ahli agama mungkin dapat menuntunku kearah kebajikan. Atau teguran dan hidayah-Nya yang membuatku ingat pada siksa-Nya.


Aku terkadang merasa bersalah dan malu menghadap Allah, aku sering mangkir dari-Nya. Beberapa kali Syaitan berhasil mengelabuiku dengan berbagai caranya. Entah kenapa aku juga terhasud oleh godaannya.

Sekarang dan berikutnya
Sedikit demi sedikit perubahan harus dimulai. Semuanya adalah kebiasaan yang tak pernah kunjung berubah bila tak dipaksakan. Rasa malas dan penanti itu sejauhnya mulai dibuang.

Fokus dan pengharapan mulai dituju. Bukan lagi persoalan pencarian jati diri, namun kepada konsep dan prinsip hidup yang akan ditempuh. Aku yakin bila saat itu tiba, aku kan berhasil dengan apa adanya, diriku tetap Aku, dengan sedikit perubahan yang lebih baik. 











 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar