Saat tertatih kau sadar melupakanku
Kala semua berganti sunyi, ku dengar sesuatu
Bahwa kicauan burung terlalu kuat
Telingaku sakit bila semakin rancau
Rimah-rimah perjuangan, tersapu oleh luka
Memoriam pun dipaksa hilang dari ingatan
Kau mencoba khianati rasamu
Padahal kau tau betapa arogannya sikapmu
Kini untaian katamu jadi bomerang
Bagimu, sikapmu, kau tak sadari itu
Sungguh kecewanya aku, ketika kau bukan dirimu
Kau terlalu obsesi, namun kau tak peduli kami
Sungguh kata-katamu tak bisa jadi pedoman
Sebongkah luka yang kau tuang dalam nistamu
Begitu tingginya egomu, hingga maaf pun runtuh karenamu
Kini hanya menunggu waktu
Akan sesuatu yang kau harapkan
Tak bisa kau dapatkan dan miliki
Ku tau itu, dan ku pahami itu
Ku tak sepantas itu di hatimu
Bergejolak semangatmu namun terlalu aneh bagiku
Hingga seolah kau lah pahlawannya
Atau aku yang terlalu sibuk dimatamu, tinggalkan
Atau kau yang selalu pada duniamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar