Selasa, 16 Agustus 2011

Dirgahayu Indonesiaku

Pagi itu, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Tepat pada pukul 10.00 WIB, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan keseluruh penjuru Indonesia melalui saluran radio dan TV. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri, diketik oleh Sayuti Melik.

Bung Karno yang didampingi oleh Bung Hatta berdiri lantang didepan rakyat Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan dengan penuh penghayatan.

Hal tersebut merupakan momentum tertinggi dari sebuah perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari pejuang-pejuang dari seluruh tanah air. Dan Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa, namun saat ini terlupakan.

Perbedaan dijadikan alasan untuk perpecahan, padahal sebenarnya justru perbedaan itulah yang mewarnai dan membentuk suatu harmoni dalam suatu bangsa. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki aneka ragam budaya, suku dan agama, justru bersatu demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Setelah merdeka, Masihkah Indonesia bersatu? Apakah Bhineka Tunggal Ika masih dicengkram erat oleh Garuda?

Pancasila itu indah


Berbeda-beda namun tetap satu jua


Masihkah kita berbeda?


Dirgahayu Indonesiaku, 66 tahun Kemerdekaan Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar