
Origami merupakan seni melipat kertas menjadi berbagai bentuk. Kertas yang dipakai beraneka ragam warna dan ukurannya. Kemudian dibentuk dan dikreasikan menjadi berbagai macam bentuk, mulai dari bentuk replika hewan, bangunan, kenderaan, manusia hingga bentuk bunga. Origami biasanya digunakan untuk hiasan dan permainan untuk kalangan anak pra sekolah.
Istilah origami berasal dari bahasa jepang, dan telah menjadi tradisi bagi bangsa Jepang. Namun pada kenyataan origami pertama kali dikenalkan dari China pada abad 105M, bersamaan produksi kertas pertama kali. Kemudian berkembang ke pelosok dunia hingga saat ini.
Banyak jenis-jenis dan teknik lipatan origami, mulai dari tingkat paling mudah hingga tingkat yang paling rumit. Hal ini juga harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan usia anak untuk mengajarkannya.
Tidak diketahui tahun berapa origami masuk ke Indonesia, hingga saat berkembang menjadi keterampilan dan hobi bagi masyarakat, namun sayang tidak dikembangkan secara sepenuhnya.
Penelitian menyatakan bahwa origami dapat mempertajam ingatan, ketelitian dan melatih kesabaran anak. Hal ini terbukti dari 98% anak yang mengikuti latihan origami, diantaranya responsif dan mudah konsesntrasi terhadap pelajaran. Hal ini sangat bagus untuk meningkatkan kecerdasan anak di usia pra sekolah maupun yang sudah sekolah.
Peminat origami juga mengalami peningkatan, namun tak ada wadah dan menumpahkan ide gagasan mereka dalam teknik melipat. Untuk itu diperlukan perhatian khusus untuk hal ini. Maka KOMED (Klub Origami Medan) berinisiatif untuk membuat wadah untuk latihan dan belajar bersama mengembangkan minat dan bakat para peminat origami di kota Medan
khususnya.
Dalam perkembangan Pendidikan Non Formal saat ini, peranan Origami menjadi sangatlah penting karena dibutuhkan untuk tenaga pengajar/pendidik anak pra sekolah maupun usia sekolah.
Mengingat pentingnya origami sebagai salah satu alat permaianan dan media pembelajaran, terlihat dari jumlah kuantitas peminat origami di Indonesia, dibutuhkan adanya peningkatan kwalitasnya .
Masih dibutuhkan sosialisasi yang baik dari pemerintah maupun kalangan masyarakat yang mengetahui tentang pentingnya origami ini, agar dikemudian hari proses pembangunan masyarakat akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan signifikan serta berkesinambungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar