Replika guci-guci kuno yang ada di Museum Kota China, Marelan- Medan.
echoproduction
Make a wish, belive you can do
Rabu, 21 November 2012
Selasa, 25 September 2012
AIR TERJUN LAU BERTU
Air terjun Lau Bertu terletak di Desa Rumah Begalo Kec. Sei
Bingai Kab. Langkat. Tempatnya kurang lebih 10 km dari Desa Namukur, jika
ditempuh dari Binjai sekitar 36 km. Jalannya juga masih rusak dan sekarang
sedang perbaikan. Kalau kemari disarankan untuk membawa masker karena banyak
batu kerikil dan debu disepanjang perjalanan. Tidak ada angkot atau angkutan
umum yang menuju desa tersebut, jadi harus bawa kenderaan sendiri.
Untuk parkir motor kita bisa titipkan kepada warga sekitar, atau kalau memang gak yakin, gembok dan rantai dipohon ajah.
Tempat ini masih terpelihara kelestariannya, masih banyak semak belukar menuju air terjunnya. Bagi kita yang suka makan, jangan buang sampah sembarangan ya karena bisa merusak keindahan dan kelestarian alamnya.
Tracking hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Kita mulai jalan menelusuri ladang/kebun warga seperti rambung dan kebun sawit.
Kita akan melewati titi besi buatan dan kemudian menelusuri bambu-bambu. Seelah itu kita akan turun ke bawah, dan kita akan menuruni tebing yang licin dengan kemiringan yang nyaris 90 derajat. Kita turun mengandalkan akar-akar dan bebatuan yang bisa dipegang. Tapi jangan khawatir ada juga kok tali dan jembatan bambu supaya kita tidak terpeleset.
Tempat ini masih terpelihara kelestariannya, masih banyak semak belukar menuju air terjunnya. Bagi kita yang suka makan, jangan buang sampah sembarangan ya karena bisa merusak keindahan dan kelestarian alamnya.
Tracking hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Kita mulai jalan menelusuri ladang/kebun warga seperti rambung dan kebun sawit.
Kita akan melewati titi besi buatan dan kemudian menelusuri bambu-bambu. Seelah itu kita akan turun ke bawah, dan kita akan menuruni tebing yang licin dengan kemiringan yang nyaris 90 derajat. Kita turun mengandalkan akar-akar dan bebatuan yang bisa dipegang. Tapi jangan khawatir ada juga kok tali dan jembatan bambu supaya kita tidak terpeleset.
![]() |
| Menuruni tebing |
Perjalanan tidak hanya sampai disitu, kita harus menyebrangi sungai dan berjalan sekitar 300 meter lagi. Upps, hati-hati karena banyak batu-batu licin disini, jadi pelan-pelan ajah jalannya.
Airnya jernih dan bersih banget, tapi kalau habis hujan agak
butek. Ckckckk. Dah gak sabar deh liat air ni. Pengen mandi... tapi ambil foto
lagi ah. Hehehe... Setelah puas foto-foto ar terjunnya, saatnya melompat,
ciat!! Jebbyuuuurr.....
Oh, ya bagi kawan-kawan yang mau ke tempat ini disarankan
agar membawa perlengakapan seperlunya saja. Pakaian ganti gak usah dibawa
kebawah, karena bakalan kotor lagi pas naik ke atas. Perlu dibawa kantong
plastik, raincoat, jas hujan, tali tambang, makanan dan kamera tentunya.
Berikut foto-fotonya...
Berikut foto-fotonya...
|
|
| Foto narsis depan air terjun Lau Bertu |
Don’t Crab, but Action !
Ribuan kisah tentang pendidikan mulai dari kegalauan, ketidakpastian hingga titik terang
yang dipandang berazaskan teori-teori dalam buku. Kecakapan dan
kopetensi berproses pada sebuah kompetisi. Tidak mudah memang, saat ini
hanya mengandalkan ijazah dan pendidikan yang dimiliki tanpa ada
pengalaman dan kemampuan. Apalagi bidang yang digeluti adalah dunia
sosial, pendidikan dan pengorganisasian, disitu cakupan PLS merangkum.
Banyak mahasiswa-mahasiswa dan
sarjana-sarjana PLS yang berpotensi dan bisa melejit mengembangkan
bakatnya. Namun banyak dari mereka malu-malu atau enggan mengaplikasikan
kecerdasannya dalam kehidupan. Kita harus bongkar kebiasaan lama yang
praktis, pesimis dan skeptis. “Bongkar kebiasaan lama” kata Om Iwan Fals. Berani action, melakukan pembaharuan dan produktif dalam mengembangkan kreativitas.
Memang permasalahan demi permasalahan
yang terjadi, tak kunjung usai jika dipikirkan. Bukan hanya lulusan PLS
namun juga dirasakan di dunia pendidikan saat ini. Lowongan pekerjaan
bagai lubang jarum untuk ribuan buntelan benang kusut, kesempatan
bekerja yang tak sesuai, dan kamuflase jurusan yang dihalalkan demi pekerjaan.
PLS itu memang luas sekali cakupannya, namun tidak dangkal jika kita sadari dan
telusuri. PLS bukan didapat dari teori saja, namun yang seharusnya
dipraktekkan dan diaplikasikan langsung di masyarakat, setidaknya di
lingkungan sendiri. Mulai dari sekarang dan berhenti mengeluh. “Lakukan apa yang kamu bisa kerjakan hari ini jangan menunggu besok atau lain waktu,” sebuah pepatah sepanjang masa.
Kalau ingin menjadi sarjana yang
profesional kita harus bisa bertindak mulai dari sekarang sebelum terjun
ke masyarakat. Mantapkan ilmu dan pengalaman, jika ingin berpenghasilan
besar. Sebuah pencapaian terbaik adalah pengakuan publik bahwa kita
seorang sarjana PLS bisa berhasil mensejahterakan dirinya dan lingkungan
masyarakat disekitarnya.
Eko Haryanto
PLS Unimed
PLS Unimed
Dipublikasikan di Imadiklus Indonesia
Senin, 24 September 2012
Kamis, 28 Juni 2012
Mulailah
Lebih baik gagal daripada tidak mencobanya sama sekali, sesuatu
kelemahan dan kekurangannya tentu menjadikan kita berbenah diri
memperbaikinya. Menjadi orang yang sukses haruslah berjuang, mulai dari
jatuh bangun, kegagalan, menerima resiko, rintangan, hinaan dan juga
ketidakpastian. #echophylosophy
Senin, 11 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Langganan:
Komentar (Atom)








